Cinta Terlarang Dan Hutang Menjadi Awal Kasus Penemuan Mayat di Kebun Tebu

MUNGKID – Kasus penemuan mayat wanita yang sudah mulai menghitam di sebuah ladang tebu Dusun Semampir Desa Pasuruhan Kecamatan Mertoyudan Senin yang lalu berhasil diungkap oleh jajaran Resmob Polres Magelang kurang dari 24 jam.

Berdasarkan hasil identifikasi korban dan alat bukti yang ditemukan petugas dapat mengantongi identitas mayat tersebut berinisial TU, wanita berumur 29 tahun warga Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang.

” Dari pengembangan informasi kemudian kita dapatkan identitas tersangka. Dia adalah FLB pemuda 23 tahun warga Dusun Semampir, tidak jauh dari lokasi penemuan mayat. Selanjutnya pada hari Selasa, 15/09 pagi sekitar pukul 06.30 kita lakukan penangkapan dirumahnya.” Kata Kapolres Magelang AKBP Ronald A Purba saat melakukan rilis kasus di Mako Polres, Rabu 16/09.

Ronald mengatakan jika aksi pembunuhan tersebut terjadi pada 3 September yang lalu, bermula ketika Korban mendatangi rumah tersangka. Ketika berada di dalam kamar, tersangka menanyakan perihal hutang sebesar 3,5 juta rupiah yang dipinjam korban. Namun oleh korban dijawab dengan kata-kata yang menyinggung perasaan tersangka.

” Korban dibunuh dengan cara dicekik oleh tersangka. Setelah memastikan korban lemas dan meninggal tersangka menyeret korban ke ladang tebu yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah tersangka.” Lanjutnya.

Beberapa barang bukti turut diamankan termasuk perhiasan dan handphone korban. Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara tersangka FLB ketika diwawancara mengaku sakit hati dan kesal terhadap korban karena hutangnya tidak kunjung dibayar dan mendapatkan kata-kata kasar dari korban.

” Saya sakit hati, kemudian saya lakukan hal itu. Kami berdua pacaran, walaupun saya tahu dia sudah berkeluarga dan mempunyai dua orang anak.” Kata tersangka FLB.(Dw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »