Begini Kronologi dan Motif Pembunuhan Wanita Di Mertoyudan

MUNGKID – Nasib naas menimpa seorang wanita berinisial TU (29) warga Kecamatan Srumbung karena harus meregang nyawa di tangan kekasih gelapnya sendiri. Sementara korban sendiri ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan membusuk di sebuah ladang tebu di Dusun Semampir Desa Pasuruhan Kecamatan Mertoyudan pada Senin,14/09 lalu.

Kapolres Magelang AKBP Ronald A Purba dalam rilis kasus yang digelar di Mako Polres Magelang membeberkan terkait dengan kronologi dan motif dari pembunuhan tersebut.

” Tersangka berinisial FLB ini umurnya 23 tahun warga Dusun Semampir, tidak jauh dari penemuan mayat korban. Awalnya korban datang ke rumah tersangka. Ketika didalam kamar, tersangka ini menanyakan uang pinjaman sebesar 3,5 juta rupiah yang dipinjam korban.” Kata Ronald.

Menurutnya, setelah ditagih oleh tersangka korban mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan tersangka sehingga terjadilah pembunuhan.

” Korban dibunuh dengan cara dicekik, sementara tangan tersangka yang lain membekap mulut korban agar tidak bersuara. Ketika sudah lemas dan dipastikan sudah meninggal, korban selanjutnya dibopong oleh tersangka. Namun karena tersangka tidak kuat, sempet jatuh. Dan selanjutnya kaki korban diseret oleh tersangka ke kebun tebu yang jaraknya kurang lebih 20 meter dari rumah tersangka ini.” Lanjutnya.

Sementara tersangka FLB mengakui jika motifasinya membunuh korban adalah karena sakit hati dengan perkataan korban ketika ditagih hutang.

” Itu spontan saja. Karena sakit hati. Hutangnya dari tahun 2019. Katanya untuk modal usaha. Dia pacar saya, walaupun saya tahu dia sudah berkeluarga dan mempunyai anak.” Katanya.

Sebelumnya diberitakan sesosok mayat perempuan ditemukan sudah mulai menghitam di sebuah ladang tebu masuk di Dusun Semampir Desa Pasuruhan Kecamatan Mertoyudan, Senin 14/09 pagi hari sekitar pukul 07.00.

Peristiwa tersebut menjadikan geger warga masyarakat sekitar. Tim Damkar Kabupaten Magelang bersama Tim Inafis Polres Magelang, Polsek Mertoyudan akhirnya membawa mayat tersebut ke RSUD Muntilan untuk dilakukan proses identifikasi.(Dw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »