Seorang Pria meninggal Diduga Serangan Jantung, Saat Bertamu

MUNGKID – Warga Desa Blondo dibuat kaget dengan kematian seorang pria. Pria paruh baya tersebut meninggal diduga terkena serangan jantung pada hari Minggu, 28/06 di sebuah panti pijat yang berada di Dusun Randu Gunting Rt/02 /Rw 01 Desa Blondo Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang sekitar pukul 14.50. Hal itu disampaikan oleh Kapolsek Mungkid AKP Mochammad Ahdi.

Pria tersebut diketahui berinisial MS (48) warga Dusun Grenggeng RT 13/12 Desa Sidomulyo Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang.

” Sekitar jam 14.50 kami dapat laporan jika ada seorang pria yang sedang bertamu di panti pijat meninggal diduga karena serangan jantung.” Kata Ahdi.

Setelah mendapatkan laporan warga, dirinya bersama jajaran Polsek Mungkid menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.

Kronologi berawal ketika korban tersebut bertamu ke sebuah panti pijat milik ANK. Setelah duduk sekitar 10 menit, korban mengalami sakit dada.

” Korban ini setelah masuk kemudian duduk diruang tunggu ( ruang tamu ). Namun setelah duduk kurang lebih 10 menit korban memegangi dadanya yang sakit sambil bilang sama saksi RNW (44) jika jantungnya kambuh.” Tambahnya.

Selanjutnya saksi RNW meminta korban untuk menghubungi keluarganya. Tidak berselang lama setelah menghubungi keluarganya tersebut, korban tidak sadarkan diri dengan kondisi mulut mengeluarkan air liur dan terdapat air kencing di celananya.

” Yang dihubungi oleh korban ini adalah ternyata anaknya yang berinisial AK berumur 23 tahun. Tidak lama setelah telpon anaknya itu, korban tidak sadarkan diri. Keluar air liur dan air kencing.” Jelas Ahdi.

Selanjutnya petugas yang datang di lokasi kejadian dibantu Damkar Kabupaten Magelang, Kanit Sabhara ( pawas ), Ka SPKT, Kanit Reskrim, Kanit Intel dan Inafis Polres Magelang langsung mengevakuasi korban menuju ke RSUD Tidar Kota Magelang bersama dengan anak korban menggunakan Ambulance dari Damkar Kabupaten Magelang

” Anak korban juga menceritakan kalau korban memang mempunyai riwayat penyakit jantung. Setelah diperiksa di rumah sakit, disimpulkan tidak terdapat tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Dan kondisi korban meninggal dunia.” Ungkapnya.

Dan saat ini menurut Ahdi, korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan dan pihak keluarga juga sudah dapat menerima musibah tersebut.(Dw)

(Foto : Proses evakuasi korban serangan jantung di panti pijat, istimewa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »