Jelang Lebaran, Pemudik Terus Berdatangan Terpantau Di Tiga Terminal Utama Magelang

MAGELANG (20/05/2020) – Mitra Merapi, upaya pemerintah untuk memberikan himbauan supaya pemudik tidak melakukan aktifitas mudik sementara waktu sepertinya kurang berhasil. Terpantau masih terdapat pemudik yang terus berdatangan dari tiga terminal utama yang ada di Kabupaten Magelang, seperti Terminal Muntilan, terminal Salaman dan Terminal Secang

Dari data yang dihimpun tim BPBD Kabupaten Magelang tercatat hingga Selasa 19/05/2020, masih terdapat pemudik yang berdatangan.

Edi Susanto selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang mengatakan masih terdapat pemudik yang berdatangan baik itu menggunakan angkutan umum maupun kendaraan pribadi.

” Untuk di Pos Pemantauan Terminal Secang sejak Selasa siang sampai malam tercatat ada 13 orang pemudik. Rata-rata mereka dari Jabodetabek, dan menggunakan kendaraan pribadi.” Kata Edi

Mulenurutnya seluruh pemudik dan pendatang sudah dilakukan penyemprotan antiseptic serta cek kesehatan dan untuk yang di Terminal Secang mayoritas dalam keadaan sehat dengan suhu rata–rata 35- 36 °C.

Edi juga menyampaikan untuk yang di Pos Pemantauan Terminal Muntilan sejak Selasa pagi hingga malam tercatat ada 5 orang pemudik atau pendatang. Mereka rata-rata dari wilayah Cikarang, Karawang dan Jawa Timur menggunakan kendaraan pribadi. Terdapat juga Sopir truk ekspedisi dari Lampung.

” Kalau yang di Pos Terminal Salaman ada 9 orang. Mereka berasal dari Bogor, Solo, Cilacap Yogyakarta dan Tangerang. Tetap kita lakukan pengecekan dan penyemprotan antiseptik. Untuk suhu badan rata-rata adalah 35- 36 °C.” Lanjut Edi.

Sementara secara terpisah Bupati Magelang, Zaenal Arifin SIP menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas mudik tahun ini.

” Untuk masyarakat yang sudah terlanjur mudik tentunya kami sarankan untuk untuk melakukan isolasi secara mandiri. Agar penyebaran virus ini (Covid-19) bisa kita tekan semaksimal mungkin,” ujar Zaenal.

Menurutnya, secara protokol kesehatan bagi pemudik yang datang dari wilayah-wilayah yang sudah dinyatakan Pandemi, maka secara otomatis yang bersangkutan harus diperlakukan secara khusus.

 

(Foto : Pemudik yang masuk di wilayah Kabupaten Magelang menggunakan mobil ptibadi)

Dharma Wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »