SANDIWARA RADIO

Sabtu, 25 November 2017 - 23:20:17 WIB
Diposting oleh : Merapi Indah | Kategori: Uncategorized - Dibaca: 102 kali

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis sandiwara radio berjudul “Asmara Di tengah Bencana (ADB) episode 2 yang mulai siar pada Rabu, 7 Juli 2017. Sandiwara radio ini mendulang sukses pada penyiaran episode pertama tahun lalu.

 

Tingginya ketertarikan masyarakat mendorong BNPB untuk melanjutkan ADB episode 2 pada tahun ini. BNPB memanfaatkan sandiwara radio untuk mengkampanyekan budaya sadar bencana secara luas kepada masyarakat.

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan bahwa BNPB memanfaatkan radio karena media ini berbiaya rendah, khususnya tepat untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.

“Radio sangat efektif dalam memberikan informasi kepada masyarakat yang terdampak bencana ketika alat komunikasi lain tidak berfungsi,” ucapnya pada peluncuran ADB episode 2 yang dikemas dalam Kompasiana Nangkring pada Selasa (6/6) di Graha BNPB, Jakarta.

Di samping itu, ujar Willem, radio dapat digunakan sebagai penyambung hidup atau lifeline ketika krisis dan saat bencana terjadi.

Di sisi lain, sutradara ADB Haryoko menyampaikan bahwa masyarakat dewasa ini mulai meninggalkan media radio seiring perkembangan televisi.

Haryoko mengatakan bahwa pada 1990-an masa sandiwara radio menjadi primadona di Indonesia.

“Televisi masuk dan sandiwara radio kurang diminati. Namun masyarakat di daerah masih membutuhkan hiburan melalui sarana radio,” kata Haryoko di hadapan para blogger Kompasiana.

Salah satu pengisi suara yang telah akrab di telinga kita, Ferry Fadli mengatakan bahwa dirinya tertarik untuk mengisi suara pada ADB. Hal tersebut salah satunya karena sandiwara radio ini memiliki pesan untuk masyarakat, khususnya dalam konteks kebencanaan.

“Melalui sandiwara radio ini kita seperti diingatkan kembali supaya kita  juga mendengar orang lain. kita sudah lama tidak fokus mendengar,” kata Ferry.

Sang pengisi suara Jatmiko ini,  juga menambahkan bahwa budaya mendengar dapat menciptakan imajinasi yang kreatif. Hal senada juga disampaikan oleh Pengamat Komunikasi Politik Effendi Gazali. Menurut Effendi, media radio memiliki keunggulan sendiri.

“Melalui siaran radio, pendengar memiliki ‘hak cipta’ sendiri terhadap para tokoh dalam sandiwara radio tersebut,” kata Effendi. Hal tersebut menjelaskan bahwa setiap individu memiliki imajinasi seperti karakter atau pun fisik, terhadap tokoh dalam sandiwara radio tersebut.

Sementara itu BNPB menyiarkan ADB ini bekerja sama dengan 80 stasiun radio, 60 stasiun radio swasta dan 20 radio komunitas.

Kedelapan puluh stasiun tadi tersebar di 20 provinsi. Sandiwara radio ADB sebelumnya mencatat sukses dengan 43 juta pendengar yang kala itu tersiar di 20 stasiun radio.

 

Simak Sandiwara Radio " ASMARA DITENGAH BENCANA EPS 2 "

BULAN OKTOBER 2017

01-10-17_SANDIWARA_1900-1930

02-10-17_SANDIWARA_1900-1930

03-10-17_SANDIWARA_1900-1930

04-10-17_SANDIWARA_1900-1930

05-10-17_SANDIWARA_1900-1930

06-10-17_SANDIWARA_1900-1930

07-10-17_SANDIWARA_1900-1930

08-10-17_SANDIWARA_1900-1930

09-10-17_SANDIWARA_1900-1930

10-10-17_SANDIWARA_1900-1930

11-10-17_SANDIWARA_1900-1930

12-10-17_SANDIWARA_1900-1930

13-10-17_SANDIWARA_1900-1930

14-10-17_SANDIWARA_1900-1930


BULAN JULI 2017

07-07-17_SANDIWARA_1900-1930

08-07-17_SANDIWARA_1900-1930

09-07-17_SANDIWARA_1900-1930

10-07-17_SANDIWARA_1900-1930

11-07-17_SANDIWARA_1900-1930

12-07-17_SANDIWARA_1900-1930

13-07-17_SANDIWARA_1900-1930

14-07-17_SANDIWARA_1900-1930

15-07-17_SANDIWARA_1900-1930

16-07-17_SANDIWARA_1900-1930

17-07-17_SANDIWARA_1900-1930

18-07-17_SANDIWARA_1900-1930

19-07-17_SANDIWARA_1900-1930

20-07-17_SANDIWARA_1900-1930

21-07-17_SANDIWARA_1900-1930

22-07-17_SANDIWARA_1900-1930

23-07-17_SANDIWARA_1900-1930

24-07-17_SANDIWARA_1900-1930

25-07-17_SANDIWARA_1900-1930

26-07-17_SANDIWARA_1900-1930

27-07-17_SANDIWARA_1900-1930

28-07-17_SANDIWARA_1900-1930

29-07-17_SANDIWARA_1900-1930

30-07-17_SANDIWARA_1900-1930

31-07-17_SANDIWARA_1900-1930

BULAN AGUSTUS 2017

01-08-17_SANDIWARA_1900-1930

02-08-17_SANDIWARA_1900-1930

03-08-17_SANDIWARA_1900-1930

04-08-17_SANDIWARA_1900-1930

05-08-17_SANDIWARA_1900-1930

06-08-17_SANDIWARA_1900-1930

07-08-17_SANDIWARA_1900-1930

08-08-17_SANDIWARA_1900-1930

09-08-17_SANDIWARA_1900-1930

10-08-2017_SANDIWARA_1900-1930

11-08-17_SANDIWARA_1900-1930

12-08-17_SANDIWARA_1900-1930

13-08-17_SANDIWARA_1900-1930

14-08-17_SANDIWARA_1900-1930

15_-_08_-_17__SANDIWARA_1900

 

16_AGUSTUS_2017_GP2_ADB_SPOT

16_AGUSTUS_2017_MK_ADB_SPOT

16_AGUSTUS_2017_PM1_ADB_SPOT

 

17_AGUSTUS_2017_PM1_ADB_SPOT

17_AGUSTUS_2017_GP2_ADB_SPOT

17_AGUSTUS_2017_MK_ADB_SPOT

 

18_AGUSTUS_2017_PM1_ADB_SPOT

18_AGUSTUS_2017_GP2__ADB_SPOT

18_AGUSTUS_2017_MK_ADB_SPOT

 

19-08-17_SANDIWARA_1900-1930

20-08-17_SANDIWARA_1900-1930

21-08-17_SANDIWARA_1900-1930

22-08-17_SANDIWARA_1900-1930

23_AGUSTUS_2017_GP2_ADB_SPOT

24-08-17_SANDIWARA_1900-1930

25-08-17_SANDIWARA_1900-1930

26-08-17_SANDIWARA_1900-1930

27-08-17_SANDIWARA_1900-1930

28-08-17_SANDIWARA_1900-1930

29-08-17_SANDIWARA_1900-1930

30-08-17_SANDIWARA_1900-1930

31-08-17_SANDIWARA_1900-1930

BULAN SEPTEMBER 2017

01-09-17_SANDIWARA_1900-1930

02-09-17_SANDIWARA_1900-1930

03-09-17_SANDIWARA_1900-1930

04-09-17_SANDIWARA_1900-1930

05-09-17_SANDIWARA_1900-1930

06-09-17_SANDIWARA_1900-1930

07-09-17_SANDIWARA_1900-1930

08-09-17_SANDIWARA_1900-1930

09-09-17_SANDIWARA_1900-1930

10-09-17_SANDIWARA_1900-1930

11-09-17_SANDIWARA_1900-1930

12-09-17_SANDIWARA_1900-1930

13-09-17_SANDIWARA_1900-1930

14-09-17_SANDIWARA_1900-1930

15-09-17_SANDIWARA_1900-1930

16-09-17_SANDIWARA_1900-1930

17-09-17_SANDIWARA_1900-1930

18-09-17_SANDIWARA_1900-1930

19-09-17_SANDIWARA_1900-1930

20-09-17_SANDIWARA_1900-1930

21-09-17_SANDIWARA_1900-1930

22-09-17_SANDIWARA_1900-1930

23-09-17_SANDIWARA_1900-1930

24-09-17_SANDIWARA_1900-1930

25-09-17_SANDIWARA_1900-1930

26-09-17_SANDIWARA_1900-1930

27-09-17_SANDIWARA_1900-1930

28-09-17_SANDIWARA_1900-1930

29-09-17_SANDIWARA_1900-1930

30-09-17_SANDIWARA_1900-1930

Berita Terkait